Safira
Sholihati (8105150865)
Fakultas Ekonomi
Fakultas Ekonomi
Pendidikan Ekonomi
Ekonomi dan Administrasi.
“Pentingnya
Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur bagi Mahasiswa Ekonomi”
Menumbuhkan jiwa entrepreneurship
di kalangan mahasiswa akan mendorong tumbuhnya perekonomian indonesia terutama
di sektor industri kreatif. Terbatasnya lapangan pekerjaan membuat kita harus
bisa mempunyai jiwa untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Terbatasnya lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah lulusan mahasiswa,
sehingga banyak mahasiswa yang tidak terserap oleh perusahaan-perusahaan yang
ada. Jika sudah seperti itu, mahasiswa jangan sampai tergantung pada situasi
yang ada saat ini. Selain menguasai teori di bangku kuliah, diharapkan
mahasiswa juga bisa memiliki jiwa menciptakan sendiri lapangan pekerjaan.
Jiwa wirausaha dan pantang menyerah, memang tidak dimiliki oleh semua
orang. Ada orang-orang yang sejak kecil memiliki jiwa yang kuat dan pantang
menyerah menghadapi permasalahan yang dihadapinya, tetapi ada pula orang-orang
yang jika tidak disuruh atau ditunjukkan secara jelas, tidak bisa berbuat
apa-apa alias pasif dalam menghadapi kehidupan. Namun bukan berarti jiwa itu
tidak bisadibangkitkan. Menurut teori yang sekarang dianut oleh banyak pengembang
bahwa jiwa kewirausahaan itu bisa dibangkitkan melalui pembelajaran dan
pelatihan. Orang-orang yang tadinya tidak memiliki jiwa wirausaha, setelah
melalui pendidikan dan pelatihan bisa menjadi orang-orang yang hebat dan
tangguh.
Karena itu,
jika para mahasiswa, setelah keluar dari perguruan tinggi tidak memiliki jiwa
wirausaha itu, mungkin karena pendidikan yang dikembangkan perguruan tinggi,
tidak mengajarkan bagaimana cara membangkitkan jiwa wirausaha dalam diri
mereka, sehingga mereka pasif dalam menghadapi masa depan mereka. Salah satu
alternatif untuk membangkitkan jiwa wirausaha mahasiswa adalah dengan
memberikan pendidikan dan pelatihan tentang kewirausahaan.
Mungkin
setiap mahasiswa yang akan lulus dari perguruan tinggi, perlu dikasih wawasan
dan bekal tentang kewirausahaan.
Pembekalan
secara teoritis tentang kewirausahaan bisa dilakukan secara bersama-sama dalam
satu gedung pertemuan selama beberapa hari, lalu dilanjutkan dengan survey ke
beberapa perusahaan atau tempat usaha yang mungkin bisa diaplikasikan oleh para
mahasiswa.
Minat berwirausaha perlu dan
harus ditumbuhkembangkan di kalangan masyarakat termasuk mahasiswa karena
memiliki manfaat banyak sekali antara lain menambah daya tampung tenaga kerja,
sehingga dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat,
meningkatkan produktivitas, dengan menggunakan metode baru, maka wirausaha
dapat meningkatkan produktivitasnya. Kemudian meningkatkan pertumbuhan ekonomi
dan menciptakan pekerjaan. Wirausaha serta usaha kecil memberikan lapangan
kerja yang cukup besar sehingga dapat memberi kontribusi terhadap pertumbuhan
ekonomi.
Menciptakan teknologi baru
dan menciptakan produk dan jasa baru. Banyak wirausaha yang memanfaatkan
peluang dengan menciptakan produk atau jasa baru. Kalaupun mereka masih
mempertahankan produk lama, produk tersebut merupakan produk yang sudah
diperbaiki dan mendorong inovasi, meskipun biasanya mereka tidak menciptakan
sesuatu yang baru, tetapi mereka dapat mengembangkan metode atau produk yang
inovatif.
Salah satu upaya
untuk mewujudkan kemandirian dan ketangguhan ekonomi nasional adalah melalui
pengembangan, pemantapan sikap, perilaku dan kemampuan serta minat
berwirausaha. Dengan berkembangnya minat dan lahirnya wirausaha-wirausaha
nasional akan menjadi penggerak roda perekonomian nasional serta memacu
pertumbuhan ekonomi nasional yang pada gilirannya akan memperkuat struktur
perekonomian nasional. Upaya ini perlu didukung oleh semua kalangan baik unsur
pemerintah, masyarakat termasuk mahasiswa maupun dunia usaha secara terarah dan
berkesinambungan.
Menumbuh kembangkan
kewirausahaan di kalangan mahasiswa dapat dilaksanakan melalui pertaman
Kurikulum Perguruan Tinggi. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.
Dalam kurikulum
perguruan tinggi perlu dimasukkan mata kuliah kewirausahaan pada program studi.
Dengan dicantumkan dalam kurikulum pada program studi, maka secara kurikuler
para mahasiswa dapat belajar tentang berbagai teori dan pengetahuan serta
ketrampilan kewirausahaan yang dapat dijadikan bekal dalam menekuni dan terjun
ke dunia kewirausahaan baik selama menjadi mahasiswa dan terutama setelah
mereka mernyelesaikan studi.
Kedua, Program
Belajar Bekerja Terpadu (PBBT) yaitu suatu program pendidikan yang memadukan
belajar dan bekerja dengan cara memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk
bekerja sebagai layaknya karyawan dalam dunia kerja (khususnya UKM).
Program ini
diperuntukkan bagi mahasiswa S1 yang telah selesai semester VI atau lebih,
dengan waktu tiga sampai dengan enam bulan. Dalam program ini mahasiswa bekerja
di suatu perusahaan dan mendapat kompensasi keuangan serta bantuan lainnya
seperti transport, pemondokan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh
perusahaan atau sponsor.
Mahasiswa peserta
program ini jika sudah selesai diberi surat keterangan bekerja dari perusahaan,
dan akan dikembalikan ke perguruan tinggi asal sebelum berakhir masa programnya
jika mahasiswa tersebut melanggar peraturan yang berlaku dalam perusahaan
tempat ia bekerja.
Program ini berbeda dengan magang atau praktek kerja
lapangan karena bersifat suka rela dan selektif (mahasiswa mengajukan
permohonan dan menempuh seluruh proses seleksi) dan tidak harus terkait pada
suatu mata kuliah. Untuk mengembangkan Program Belajar Bekerja Terpadu perlu
pelatihan bagi mahasiswa oleh Kantor Menteri Negara, Koperasi dan UMKM.